Pedoman Umum Prinsip, Prosedur Dan Kebijakan PNRB

Pages 18
Views 7
of 18
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : TANGGAL : PEDOMAN UMUM PRINSIP, KEBIJAKAN, DAN PROSEDUR PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Nama geografis atau nama unsur rupabumi (topografi) baik dalam ucapan dan tulisan lahir dari sejarah kebudayaan manusia sejak manusia berhenti sebagai pengembara (nomaden). Sejak manusia mulai menetap di suatu kawasan tertentu, manusia mulai menamai unsur-unsur rupabumi di sekitarnya sebagai sarana komunikasi dan berkembangnya sistem
Transcript
  LAMPIRANPERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR : TANGGAL : PEDOMAN UMUMPRINSIP, KEBIJAKAN, DAN PROSEDURPEMBAKUAN NAMA RUPABUMIBAB IPENDAHULUANLatar Belakang Nama geografis atau nama unsur rupabumi (topografi) baikdalam ucapan dan tulisan lahir dari sejarah kebudayaan manusia sejakmanusia berhenti sebagai pengembara (nomaden). Sejak manusiamulai menetap di suatu kawasan tertentu, manusia mulai menamaiunsur-unsur rupabumi di sekitarnya sebagai sarana komunikasi danberkembangnya sistem acuan dalam orientasi dan transportasi. KiniNama unsur rupabumi tidak dapat dipisahkan dari kegiatan manusiasehari-hari. Nama unsur rupabumi digunakan sebagai saranakomunikasi antara bangsa dan negara sejak berkembangnyaperpetaan, seperti Peta Claudius Ptolomeus (Ptolemy) di abad ke-2Masehi. Manusia modern tidak dapat lepas dari peta yang memuatsemua informasi unsur rupabumi untuk menunjang kegiatan manusiaseperti kegiatan perdagangan, eksplorasi, penelitian, perjalanan,bahkan peperangan sekalipun.Menyadari bahwa peta-peta dari berbagai bangsa yang memuatNama unsur rupabumi dalam abjad masing-masing tidak efektif sebagai sarana komunikasi, maka salah satu program dari PBB yangpertama sejak tahun 1950-an adalah program romanisasi peta-petanon-Romawi. Selain itu, pada tahun 1875 Kongres GeografiInternasional Kedua di Paris telah menetapkan bahwa abjad Romawiyang sederhana sebagai abjad baku untuk mentranskripsi Namageografis dari abjad non-Romawi ke abjad Romawi. Abjad Romawisederhana adalah abjad Romawi tanpa diakritik. Program kedua dariPBB adalah membakukan Nama unsur rupabumi secara internasionalyang bertumpu pada pembakuan nasional, baik secara tulisan maupunucapannya. 1  Pedoman Umum Prinsip, Kebijakan dan Prosedur Pembakuan Nama Rupabumi  Indonesia sebagai negara kepulauan terdiri dari wilayah daratandan lautan dengan berbagai suku dan budaya memiliki keragamansekitar 726 bahasa daerah (menurut Summer Institute of Linguistics ).Keanekaragaman bahasa ini sangat berpengaruh dalam tatacarapenamaan unsur rupabumi yang dapat berakibat padaketidakseragaman penulisan unsur rupabumi di peta. Oleh karena itu, Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi yang dibentukberdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112tanggal 29 Desember 2006 , mempunyai wewenang penuh untukmengatur tatacara pembakuan nama rupabumi. Hal ini sesuai denganResolusi PBB No. 4 Tahun 1967 dari The First    UN Conference of Standardization on Geographical Names di Jenewa yangmerekomendasi perlu dibentuknya National Geographical Names Authority    (lembaga nasional otoritas nama geografis) di tiap negaraanggota. Bentuk lembaga otoritas tersebut disesuaikan denganstruktur pemerintahan setempat yang mempunyai tugas dan fungsipokok pembakuan nama unsur rupabumi, sebagai langkah mendukungpembakuan nama unsur rupabumi di tataran internasional.Unsur rupabumi umumnya dinamai oleh penduduk setempatdengan menggunakan bahasa daerahnya yang mencerminkan bagiandari sejarah dan kebudayaan suku bangsa yang pertama kali mendiamisuatu wilayah. Dalam penamaan unsur rupabumi biasanyamengandung elemen generik yang dapat juga disebut sebagai namagenerik dan elemen/nama spesifik. Elemen generik dari suatu namaunsur rupabumi mencerminkan migrasi manusia di masa lalu. Sebagaicontoh, istilah wai yang artinya “sungai” tidak hanya terdapat diLampung saja tetapi tersebar mulai dari Pasifik Selatan dalam bahasaMaori, Hawaii, Tonga, dan Maui sampai di kawasan Indonesia seperti diwilayah Papua, Seram, Buru, Nusa Tenggara, dan Lampung. Dengandemikian nama unsur rupabumi dalam bahasa setempat harusdipertahankan karena merupakan bagian dari sejarah yang panjangdari migrasi manusia di muka bumi. Selain itu elemen spesifik darinama unsur rupabumi juga penting karena mencerminkan legenda ataumitos dari suku bangsa yang mendiami kawasan tersebut.Selanjutnya pembakuan nama unsur rupabumi memiliki artipenting dan menentukan sebagai salah satu komponen utama dalamupaya mewujudkan tertib administrasi wilayah. Di samping ituPembakuan Nama Unsur Rupabumi dapat berarti suatu tindakan nyatadalam melestarikan bahasa dan budaya di Indonesia. Hal ini memilikidampak signifikan terhadap peningkatkan:(1)wawasan kebangsaan Indonesia, 2  Pedoman Umum Prinsip, Kebijakan dan Prosedur Pembakuan Nama Rupabumi  (2)peran aktif bangsa Indonesia dalam menjalankan etikainternasional khususnya komunikasi geografis yang baku serta(3)turut serta dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomimasyarakat dengan mengenalkan unsur-unsur rupabumi yangdimiliki bangsa ini.Prinsip, Kebijakan, dan Prosedur Pembakuan Nama Rupabumi inidipersiapkan sebagai acuan bagi pelaksanaan pembakuan nama unsurrupabumi di Indonesia. Dengan demikian semua lapisan masyarakattermasuk semua jajaran Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerahwajib memakai nama baku unsur rupabumi secara konsisten dan taatasas dalam semua aktivitasnya. Tujuan  Tujuan penyusunan Prinsip, Kebijakan, dan Prosedur Pembakuan NamaRupabumi adalah untuk membantu para administrator pemerintahandan swasta, pembuat peta, pendidik, penyedia informasi, danmasyarakat luas dalam menuliskan unsur nama rupabumi yang baku. Ruang Lingkup Ruang lingkup Prinsip, Kebijakan, dan Prosedur Pembakuan NamaRupabumi mencakup latar belakang, tujuan, ruang lingkup, pengertian,bahasa Indonesia, bahasa daerah, ejaan, prinsip pemberian nama,kebijakan pemberian nama, prosedur pemberian nama, prinsippenulisan nama, gasetir, peta, dan penutup.  Pengertian Dalam buku Prinsip, Kebijakan, dan Prosedur Pembakuan NamaRupabumi ini yang dimaksud dengan:1. Prinsip adalah asas yang menjadi pokok dasar berpikir danbertindak untuk penamaan unsur rupabumi.2. Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garisbesar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan yangberkaitan dengan penamaan unsur rupabumi3. Prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan aktivitaspenamaan unsur rupabumi.4. Pedoman adalah petunjuk tatacara survei pengumpulan nama dilapangan berupa cara pencatatan, penulisan, pengejaan, 3  Pedoman Umum Prinsip, Kebijakan dan Prosedur Pembakuan Nama Rupabumi  pengolahan, pengelolaan, dan pemublikasian nama unsur rupabumiyang baku.5. Pembakuan adalah proses penetapan dan pengesahan nama unsurrupabumi oleh lembaga yang berwenang baik secara nasionalmaupun internasional melalui proses pengusulan dari masyarakat.Pembakuan nama rupabumi meliputi pemberian nama baru,pengubahan, penghapusan, dan penggabungan nama yang telahada.6. Unsur Rupabumi adalah bagian permukaan bumi yang berada diatas dan/atau di bawah permukaan laut yang dapat dikenaliidentitasnya sebagai unsur alam dan/atau unsur buatan manusia.Unsur rupabumi terdiri dari tiga unsur yaitu unsur fisik, unsurbuatan, dan unsur administrasi. a. Unsur fisik  adalah unsur yang berada di permukaan daratan,lautan dan di bawah permukaan laut yang identitasnya dapatdikenali. Contoh, antara lain: gunung, pegunungan, bukit,dataran tinggi, gua, lembah, danau, sungai, muara, samudera , laut, selat, teluk, pulau, kepulauan, tanjung, semenanjung,gunung bawah laut (seamount), palung. b. Unsur buatan manusia adalah unsur berupa infrastrukturyang merupakan fasilitas umum, sosial , ekonomi dan budaya.Contoh, antara lain: bandara , bendungan, waduk, jembatan,terowongan, mercu suar, kawasan permukiman, kawasanindustri, kawasan hutan,   candi, tugu. c. Unsur administrasi adalah wilayah fungsional dari instansipemerintahan, dengan batas administrasi yang jelas. Contoh,antara lain: desa, kecamatan, kota, kabupaten, provinsi. 7. Nama Rupabumi adalah nama diri dari unsur rupabumi.8. Nama Unsur Rupabumi terdiri dari 2 elemen, yaitu elemen generikdan elemen spesifik.9. Elemen generik  adalah nama yang menerangkan dan/ataumenggambarkan bentuk umum suatu unsur rupabumi dalambahasa Indonesia atau bahasa daerah, sebagai contoh: sungai  (dalam Bahasa Indonesia),  krueng  (sungai dalam bahasa Aceh), bulu (gunung dalam bahasa Bugis),  dolok   (gunung dalam bahasaBatak).10.   Elemen spesifik  adalah nama diri dari elemen generik yang sudahdisebutkan sebelumnya, sebagai contoh: Merapi  adalah namaspesifik dari elemen generik yang berupa gunung, Bogor  adalahnama spesifik dari elemen generik yang berupa wilayah administrasikota. 4  Pedoman Umum Prinsip, Kebijakan dan Prosedur Pembakuan Nama Rupabumi
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks