Naskah Publikasi PDF (Maria Dora Cahya s)

Pages 20
Views 6

Please download to get full document.

View again

of 20
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
kapang khamir
Transcript
  UJI ANGKA KAPANG/KHAMIR (AKK) DAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) PADA JAMU GENDONG TEMULAWAK DI PASAR TRADISIONAL KLATEN Maria Dora Cahya Sapphira Dr. Erna Tri Wulandari, M.Si., Apt. INTISARI Jamu temulawak merupakan jamu yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk melancarkan haid, melancarkan produksi Air Susu Ibu (ASI), menambah nafsu makan, dan mengatasi pegal linu. Adanya Angka Kapang/Khamir (AKK) dan Angka Lempeng Total (ALT) yang melebihi  batas yang ditentukan oleh BPOM RI 2014 akan membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai AKK dan ALT dalam jamu gendong temulawak yang diproduksi oleh pedagang jamu gendong di pasar tradisional Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskripstif komparatif. Penelitian yang dilakukan meliputi  penentuan dan pemilihan tempat pengambilan sampel, pengambilan sampel jamu temulawak, pengujian AKK, pengujian ALT serta analisis hasil. Hasil pengujian yang dilakukan pada sampel jamu temulawak dari  pedagang jamu gendong di pasar tradisional Klaten diperoleh nilai AKK <10 koloni/mL. Dan nilai ALT yang didapatkan adalah <10 koloni/mL sampai dengan 4,3 x 10 2  koloni/mL. Kata kunci : jamu temulawak, AKK, ALT   ABSTRACT  Jamu temulawak   is an herb commonly used by people   to expedite the launch period, the production of breast milk,  i ncrease appetite, and to overcome stiff. The existence of the Number of Mold/ Yeast, Total Plate Count exceeding the limit specified by BPOM RI 2014 would endanger the health of the people who consume them. The purpose of the research were to determine the Number of Mold/ Yeast and Total Plate Count in  jamu temulawak that    produced    by traders in traditional markets in Klaten. This research was non-experimental research with the framework of descriptive comparative. Research was conducted on the determination and selection of the sampling, sampling of  jamu temulawak, testing of the  Number of Mold/ Yeast, testing of Total Plate Count and analyisis of result. Result of test perfomed on  jamu temulawak   that produced by traders in traditional market in Klaten Number of Mold/ Yeast values as <10 colony/mL and Total Plate Count values as <10 colony/mL up to 4.3 x 10 2  colony/mL. Keyword :  jamu temulawak  , AKK, ALT  Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai sumber daya alam yang potensial, salah satunya adalah tanaman obat. Tanaman obat baik berupa tanaman segar tunggal maupun campuran ataupun yang sudah diracik sedemikian rupa dikenal sebagai obat tradisional atau jamu, dan dapat digunakan untuk menyembuhkan suatu penyakit (Nugroho, 1995). Jamu harus memenuhi kriteria aman sesuai dengan peryaratan yang khusus untuk itu, klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris yang ada, dan memenuhi persyaratan mutu khusus untuk itu (Depkes RI, 2011). Dalam Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No: Hk.00.05.4.2411 tahun 2004 tentang Pengelompokan dan Penandaan Obat Bahan Alam Indonesia antara lain dalam pasal 2 disebutkan bahwa jamu harus memenuhi kriteria : aman sesuai persyaratan yang ditetapkan ; klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris, dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku. Usaha jamu racikan dan usaha jamu gendong merupakan usaha yang tidak wajib memiliki ijin edar, oleh karena itu jaminan keamanan dan mutu kualitas jamu masih rendah. Salah satu parameter dari jaminan keamanan dan mutu dari jamu yang diatur dalam BPOM RI adalah tidak  boleh mengandung mikroba patogen. Angka Kapang/ Khamir (AKK) tidak boleh lebih dari 10 3 dan Angka Lempeng Total (ALT) tidak boleh  lebih dari 10 4 . Mikroba patogen yang dimaksud adalah semua mikroba yang dapat menyebabkan orang menjadi sakit apabila kemasukan mikroba tersebut. Obat tradisional untuk penggunaan secara oral perlu diwaspadai adanya mikroba seperti : Salmonella, Shigella, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa  (BPOM RI, 2014). Uji AKK adalah uji yang digunakan untuk menghitung jumlah kapang/ khamir setelah cuplikan diinokulasikan pada media lempeng yang sesuai dan diinkubasikan pada suhu 20-25 °  . Tujuan uji AKK adalah sebagai jaminan bahwa sediaan jamu tidak mengandung cemaran fungi melebihi batas yang ditetapkan karena akan berpengaruh pada stabilitas sediaan dan aflatoksin yang berbahaya bagi kesehatan (Depkes RI, 2000). Uji ALT adalah uji yang digunakan untuk menghitung banyaknya bakteri yang tumbuh dan berkembang pada sampel dan juga sebagai acuan untuk menentukan kualitas keamanan dari jamu gendong (BPOM RI, 2012). Di dalam berbagai jenis jamu ada salah satu jamu yang diminati oleh berbagai kalangan masyarakat terutama masyarakat Pulau Jawa yaitu Jamu Temulawak.Jamu temulawak ini diyakini dapat mengatasi pegal linu, rhematik, rasa lelah, diare, wasir, disentri, pembengkakan akibat infeksi, cacar, jerawat, eksim, sakit kuning, sembelit, kurang nafsu makan, radang lambung, kejang kejang, kencing darah, kurang darah dan ayan (Rostiana, 2005).
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x