Masalah tes

Pages 15
Views 5
of 15
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi atau tes dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation) kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi. Suatu tes merupakan proses mendeskripsikan, mengumpulk
Transcript
  1 BAB IPENDAHULUANA.   Latar Belakang Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi atau tes dilakukanmelalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atauangka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengandemikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation)kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi.Suatu tes merupakan proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatuinformasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Tespembelajaranmerupakan tes dalam bidang pembelajaran. Tujuan evaluasi atau pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan,perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasipembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Bila ditinjau dari tujuannya,evaluasi pembelajaran dibedakan atas evaluasi diagnostik, selektif, penempatan, formatif dansumatif. Bila ditinjau dari sasarannya, evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas evaluasikonteks, input, proses, hasil dan outcom. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahapyaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan. B.   Tujuan penulisan Adapun tujuan dari penulisan atau pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :    Mampu mendefinisikan apa yang dimaksud dengan tes    Mampu mengutarakan berbagai macam tes yang dapt dilakukan terhadap para siswa/Idisekolah    Diharapkan dapat membuat syarat-syarat dalam pembuatan tes terhadap siswa/i    Mampu membuat bagaimana sebenarnya cirri-ciri tes yang baik.    Dan lain-lain  2 BAB IIPEMBAHASANA.   Pengertian/Definisi Tes Tes merupakan salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung,yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulusatau pertanyaan (Djemari Mardapi, 1999: 2).Tugas pertama yang akan dihadapidalam merancang suatu tes untuk siswa adalah menentukan tujuan tes.Mendefinisikan tes akan membantu untuk memilih jenis tes yang baik, dan hal inimembantu untuk memfokuskan tujuan khusus dari tes tersebut. Ada dua tipe tes,pertama yang mungkin tidak biasa dibuat olehseorang guruIstilah tes diambil dari kata testum suatu pengertian dalam bahasa Perancis kuno yangberarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia. Ada pula yang mengartikan sebuahpiring yang dibuat dari tanah.Seorang ahli bernama James Ms. Cattel, pada tahun 1890 telah memperkenalkanpengertian tes ini kepada masyarakat melalui bukunya yang berjudul Mental Test andMeasurement. Selanjutnya di Amerika Serikat tes ini berkembang dengan cepat sehinggadalam tempo yang tidak begitu lama masyarakat mulai menggunakannya.Banyak ahli yang mulai mengembangkan tes ini untuk berbagai bidang, namun yangterkenal adalah sebuah tes inteligensi yang disusun oleh seorang Prancis bernama Binet, yangkemudian dibanbtu penyempurnaannya oleh Simon, sehingga tes tessebut dikenal sebagai tesBinet-Simon (tahun 1904). Dengan alat ini Binet dan Simon berusaha untuk membeda-bedakan anak menurut tingkat inteligensinya. Dari pekerjaan Binet dan Simon inilahkemudian kita kenal istilah-istilah: umur kecerdasan (mental age), umur kalender(chronological age), dan indeks kecerdasan. Inteligensi kuosien atau Inteligence Quotient(IQ)Sebagai perkembangannya, Yerkes di Amerika Serikat menyusun tes kelompok (grouptes) yang digunakan untuk menyeleksi calon militer sebanyak-banyaknya dalam waktu yangsingakat karena diperlukan pada waktu perang Dunia 1. Tes ini dikenal dengan nama ArmyAlpha dan Army Betha.  3 Didorong oleh munculnya statistic dalam penganalisisan data dan informasi, makaakhirnya tes ini digunakan dalam berbagai bidang seperti tes kemampuan dasar, tes kelelahanperhatian, tesw ingatan,l tes minat, tes sikap, dan sebagainya. Yang terkenal penggunaannyadisekolah hanyalah tes prestasi belajar.Sebelum sampai kepada uraian yang lebih jauh, maka akan diterangkan dahulu arti daribeberapa istilah-istilah yang berhubungan dengan tes ini.    Tes (sebelum adanya ejaan yang disempurnakan dalam bahasa Indonesia ditulis dengan tes),adalah merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukursesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan yang sudah ditentukan. Untuk mengerjakan tes ini tergantung dari petunjuk yang diberikan misalnya: melingkari skahsatu huruf di depan pilihan jawaban, menerangkan, mencoret jawaban yang salah,melakukan tugas atau suruhan, menjawab secar lisan, dan sebagainya.    Testing Testing merupakan saat pada waktu tes itu dilaksanakan. Dapat juga dikatakan testingadalah saat pengambilan tes.    Testee (Dalam istilah Indonesia tercoba), adalah responden yang sedang mengerjakan tes.Orang-orang inilah yang akan dinilai dan diukur, baik mengenai kemampuan, minat,bakat, pencapaian, dan sebagainya.    Tester (Dalam istilah Indonesia pencoba), adalah orang yang diserahi untuk melaksanakanpengambilan tes terhadap para responden. Dengan kata lain, tester adalah subjek evaluasi(tetapi adakalanya hanya orang yang ditunjuk oleh subjek evaluasi untuk melaksanakantugasnya).Tugas tester antara lain:a.   Mempersiapkan ruangan dan perlengkapan yang diperlukan.b.   Membagikan lembaran tes dan alat-alat lain untuk mengerjakan.c.   Menerangkan cara mengerjakan tes.d.   Memberikan tanda-tanda waktu.e.   Mengumpulkan pekerjaan responden.f.   Mengisi berita acara atau laporan yang diperlukan (jika ada)  4 Macam-macam testa.   Menurut pelaksanaannya dalam praktek test terbagi atas:    Tes tulisan (written tes), yaitu test yang mengajukan butir-butir pertanyaan denganmengharapkan jawaban tertulis. Biasanya test ini digunakan untuk mengukuraspek kognitif peserta didik.    Test lisan (oral test), yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan denganmenghendaki jawaban secara lisan. Test ini juga dilakukan untuk aspek kognitif peserta didik.    Test perbuatan (performance test), yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan menghendaki jawaban dalam bentuk perbuatan. Test inidigunakan untuk menilai aspek psikomotor/ keterampilan peserta didik.b.   Menurut fungsinya test terbagi atas:    Tes formatif (formative test), yaitu test yang dilaksanakan setelah selesainya satupokok bahasan. Test ini berfungsi untuk menetukan tuntas tidaknya satu pokok bahasan. Tindak lanjut yang dapat dilakukan setelah diketahui hasil test formatif peserta didik adalah:    Jika materi yang ditestkan itu telah dikuasai, maka pembelajarandilanjutkan dengan pokok bahasan yang baru.    Jika ada bagian-bagian yang belum dikuasai oleh peserta didik, makasebelum melanjutkan pokok bahasan yang baru, terlebih dahulu diulangiatau dijelaskan kembali bagian-bagian yang belum di kuasai. Hal inibertujuan untuk memperbaiki tingkat penguasaan peserta didik     Tes sumatif (summative test), yaitu test yang diberikan setelah sekumpulan satuanprogram pembelajaran selesai diberikan. Disekolah test ini dikenal sebagaiulangan umum.    Test diagnostik (Diagnostic test), yaitu test yang dilakukan untuk menentukansecara tepat, jenis kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik dalam suatu matapelajaran tertentu.c.   Menurut waktu diberikannya test tergagi atas:    Pra test (pre test), yaitu test yang diberikan sebelum proses pembelajaran. Test inibertujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi yang akan diajarkan telahdapat dikuasai oleh peserta didik. Jenis-jenis pra test antara lain:a.   Test persyaratan (Test of entering behavior), yaitu tes yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan dasar yang menjadi syarat guna memasuki suatu kegiatantertentu.b.   Input test (test of input competence), yaitu test yang digunakan menentukankegiatan belajar yang relevan, berhubungan dengan kemampuan dasar yang telahdimiliki oleh peserta didik.Test akhir (Post test), yaitu test yang diberikan setelah dilaksanakan prosespembelajaran. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kemajuan intelektual (tingkatpenguasaan materi) peserta didik. Biasanya test ini berisi pertanyaan yang sama dengan pratest.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x