of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
n
Transcript
    Snowball sampling : sering digunakan pada isu studi yg sensitif, hubungan personal & sosial; dilakukan dlm bbrp tahap; tahap awal mengidentifikasi yg memenuhi kriteria; tahap selanjutnya subjek tsb diminta mengidentifikasi subjek lain yg memenuhi kriteria; proses berlanjut sampai sampel adekuat didapatkan; peneliti harus mampu memverifikasi eligibilitas setiap responden utk menjamin keterwakilan grup ‣   Konklusi penelitian harus berkualitas ‣   Berdasarkan aspek psikometri yang dapat dipertanggungjawabkan ‣   Kontrol kesalahan (error/bias)  seminimal mungkin ‣   Terkait validitas (validity)  & reliabilitas (reliability)  Hubungan validity dan realbility a.   Not valid, not reliable b.   Some validity,ot reliable c.   Not valid, reliable d.   Valid n reliable Konsep validity ‣   Siapa memutuskan instrumen yang tepat untuk mengukur terhadap apa yang akan diukur? ‣   Bagaimana dapat menentukan keputusan tersebut? ‣   Terkait struktur desain suatu eksperimen, intervensi yang diaplikasikan, atau pengukuran yang dilakukan ‣   Seberapa reliabel suatu instrumen? Jenis data ❖   Primer: data tangan pertama (pengambilan secara langsung) ❖   Sekunder: data tangan kedua (sensus, rekam medis pasien, dll) Primer ❖   Observasi: melihat & mendengarkan terkait interaksi/fenomena ❖   Jenis observasi: ❖    participant observation : peneliti berpartisipasi pada aktifitas/grup yang akan diteliti, peserta mengetahui/tidak ada observasi ❖   non-participant observation : peneliti tidak berpartisipasi pada aktifitas/grup yang akan diteliti, sebagai observer pasif, melihat & mendengarkan aktifitas serta menarik konklusi dari hasil observasi problem observasi  ❖   Perubahan tingkah laku pada individual/grup observasi — > distorsi & tidak merepresentasikan tingkah laku normal (  Hawthorne  effect)   ❖   Kemungkinan bias pada observer ❖   Perbedaan interpretasi antar observer ❖   Kemungkinan observasi yang tidak lengkap Pengumpulan data primer ❖   Interaksi orang per orang antara 2/lebih dengan suatu tujuan spesifik ❖   Jenis interview: ❖   Tidak terstruktur: in-depth interview  , interviewer mengembangkan suatu  framework   (pedoman interview), lebih fleksibel ❖   Terstruktur: terdiri dari daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan Kelebihan ❖   Lebih tepat pada situasi/isu kompleks ❖   Dapat digunakan untuk in-depth interview    ❖   Informasi dapat ditambahkan ❖   Pertanyaan dapat dijelaskan ❖   Dapat digunakan pada karakteristik populasi lebih luas Keterbatasan ❖   Waktu lebih lama & biaya lebih besar ❖   Kualitas data tergantung kualitas interaksi ❖   Kualitas data tergantung kualitas interviewer ❖   Variasi data lebih besar pada jumlah interviewer lebih banyak ❖   Bias terkait pertanyaan & interviewer Kuesioner ❖   Terdiri dari daftar pertanyaan ❖   Responden membaca pertanyaan, interpretasi sesuai ekspektasi & menulis jawaban ❖   Pertanyaan harus jelas, mudah dipahami, tata letak ( layout  ) mudah dilihat & terbaca, sekuensis pertanyaan mudah diikuti Pertimbangan vs ❖   Terkait kerahasiaan isu penelitian ❖   Distribusi geografi populasi ❖   Karakteristik populasi (literasi, usia, kondisi fisik, dll) Kelebihan kue ❖   Lebih murah ❖   Tanpa nama responden: terkait kerahasiaan  Keterbatasan ❖   Aplikasi terbatas pada khususnya pada responden buta huruf, cacat, dll ❖   Tingkat respon/pengembalian rendah ❖   Klarifikasi isu rendah ❖   Respon cepat terkait waktu — > bias ❖   Jawaban dapat berupa hasil diskusi dengan orang lain ❖   Tidak ada informasi tambahan di luar butir pertanyaan Why eksp kuasi? ã   Merepresentasikan kontribusi penting terkait penelitian klinis ã   Akomodasi keterbatasan setting  klinis pada RCT ã   Randomized control/clinical trial   (RCT) — > desain optimal tes hipotesis efek sebab akibat ã   Tidak selalu memungkinkan dilakukan dalam “situasi klinis”   ã   Spesifikasi kriteria inklusi & ekslusi —> menurunkan aspek “generalisasi” & pembatasan subjek  Tujuan penelitian eksperimen Memberikan suatu struktur untuk evalusi hubungan kausa dan efek antara IV dan DV Peneliti memanipulasi level IV Hubungan kausal dapat diinterpretasikan Standar emas: randomized control/clinical trial   (RCT) JENIS-JENIS DESAIN, PERBEDAAN Before-after design  Eksperimen/non eksperimen Banyak digunakan pada studi evaluasi Perbedaan 2 set observasi pada dependent variable   — > efek program/intervensi Control group design   Double control design  1 treatment group  & 2 control group  Mengatasi kelemahan control design group  terkait efek riset instrumen ( reactive effect) /responden (maturasi) Untuk kuantifikasi reactive effect  , peneliti mengekslude 1 kontrol grup dari sebelum intervensi IV — > treatment arms   Post test only control group design   Placebo design  Terkait efek psikologis pasien Keyakinan bahwa menerima treatmen sebagai bagian penting terkait pemulihan dari suatu penyakit Desain dapat berupa: 1 grup treatmen, 1 grup placebo, & 1 tanpa treatmen    Cross-over comparative experimental design  Pertimbangan etika terkait (tidak) ada treatmen pada grup kontrol Pada subjek dapat menjadi penyebab drop-out & mencari solusi lain terkait treatmen — > experimental mortality   Dikenal sebagai desain ABAB Grup eksperimental menjadi grup kontrol dan sebaliknya Replicated cross-sectional design  Asumsi desain: kesamaan karakteristik sosial-ekonomi-demografi dan masalah partisipan pada setiap perbedaan tahapan (1,2, dst) Trend studies   Trend analysis : memungkinkan analisis terkait apa yang terjadi waktu lampau, apa yang terjadi sekarang, dan kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang pada satu populasi studi Desain dapat diklasifikasikan retrospective-prospective   Blind studies  Populasi studi tidak mengetahui apakah menerima treatmen yang seharusnya/tidak Tujuan utama: mengisolasi efek  placebo   Double-blind studies  Hampir sama dengan blind studies Perbedaan pada eliminasi bias peneliti Peneliti dan subjek tidak mengetahui apakah memberikan/menerima treatmen seharusnya/tidak Case studies  Analisis mendalam pada satu kasus individual Asumsi: pendekatan intensive analysis , hasil dapat digeneralisir pada kasus lain dengan tipe yang sama
Advertisements
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x