Fisika - Modul 1 - Vektor

Pages 26
Views 2
of 26
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
Fisika merupakan salah satu cabang ilmu yang tidak lepas dari perhitungan matematika. Pada konsep perhitungannya, fisika tidak hanya menggunakan satuan biasa, tetapi juga menggunakan vektor dalam menyelesaikan kasus-kasusnya.
Transcript
  FISIKA – MODUL 1 VEKTOR ⇒ Nilai vektor A (yaitu : A ) diperoleh dari pengukuranmenggunakan alat ukur yang sesuaiContoh : vektor gaya nilainya diukur dengan alat neraca pegas,vektor kecepatan diukur dengan alat speedometer, vektorpergeseran diukur dengan alat ukur penggaris ⇒ arah vektor A adalah sudut vektor A terhadap suatu kerangkaacuan tertentuContoh : β   A XY X’   Y’   A Titik arahvektor A  Nilai / panjang / magnitude vektor A  dilambangkan dengan ATitik tangkapvektor A    Vektor A berdasarkan kerangka acuan X  –  Y arahnya dalamarah sumbu Y atau dalam arah 90 o terhadap sumbu X. Tetapivektor A    berdasarkan kerangka acuan X’ –    Y’ arahnya β o    terhadap sumbu X’. Kedua arah di atas tetap benar, tergantung acuan apa yang kitagunakan. Didalam mengerjakan persoalan, kita perlu memilihsistem kerangka acuan yang terbaik dalam mengerjakan persoalantersebut. Pemilihan kerangka acuan yang salah akan membuatpengerjaan persoalan tersebut menjadi rumit. OPERASI – OPERASI VEKTOR(1) Operasi Pembalikan Arah Vektor Sebuah vektor B akan bisa dibalikkan arahnya dengan cara mengalikannyadengan angka (  –  1), sehingga diperoleh vektor (  –  1) B = ( – B ) Vektor B  Vektor ( – B )  (2) Operasi Penggabungan Dua Vektor atau Lebih Dua buah vektor A dan B , atau bahkan lebih, seperti pada gambar di bawah ini,dapat digabungkan untuk menghasilkan vektor G , D , W , dan K , dan seterusnya,dengan cara membentuk jajaran genjang (harus dengan membentuk jajarangenjang). Penggabungan tersebut dikenal dengan penjumlahan vektor. Tapidikenal juga istilah pengurangan vektor yang tak lain adalah penjumlahan vektor juga. Dalam penjelasan di bawah ini akan dijelaskan apa yang disebutpenjumlahan vektor dan pengurangan vektor.Contoh  –  1 ABABG θ   B( – A)D α   G = A + B   D = (  –    A) + B   α   ( – B) A( – A)( – B)K = (  –    B) + A   KW θ   W = (  –    A) + (  –    B)     Dari gambar di atas terlihat bahwa ada dua jenis penggabungan vektor.Penggabungan dua vektor dengan arah keduanya tidak berubah danpenggabungan dua vektor dengan arah yang berubah. Pembaca harus sampai padakesimpulan bahwa keduanya adalah sama  –  sama penggabungan vektor yangdisebut penjumlahan vektorContoh  –  2 ABA 90 o   BG 90 o   ( – B)ATT = A + (  –    B)   G = A + B   BZ( – A) 90 o   Z = B + (  –    A)  90 o   N( – B)( – A)N = (  –    A) + (  –    B)  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x