askep ANC

Pages 16
Views 7
of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
sistem reproduksi
Transcript
  TUGAS SISTEM REPRODUKSI “ ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL CARE (ANC) OLEH: GITA PRARISNA NIP: 201501372 STIKES WIDYA NUSANTARA PALU TAHUN AJARAN 2017/2018  BAB I KONSEP TEORI A.   DEFENISI Antenatal Care adalah perawatan yang ditujukan kepada ibu hamil, yang bukan saja bila ibu sakit dan memerlukan perawatan, tetapi juga pengawasan wanita hamil agar tidak terjadi kelainan sehingga ibu dan anak sehat. Pelayanan antenatal adalah untuk mencegah adanya komplikasi obstretri dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin (Saifuddin, dkk., 2002) Pelayanan antenatal adalah pelayanan terhadap individu yang bersifat preventif care untuk mencegah masalah yang kurang baik bagi ibu maupun janin agar melalui persalinan dengan sejat dan aman, diperlukan kesiapan fisik dan mental ibu sehingga ibu dalam keadaan status kesehatan oftimal, karena kesehatan ibu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan  perkembangan janinnya (Departemen Kesehatan, 2007). Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan  penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan  persalianan yang aman dan memuaskan (Handaya, 2008). B.   ETIOLOGI Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur (ovulasi), yang ditangkap oleh umbai-umbai (fimbrae) dan masuk ke dalam saluran telur. Waktu  persetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam vagian dan berjuta-juta sel mani (sperma)  bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur. Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang menggembung dari tuba falopii (Wiknjosastro, 2005: 125). Disekitar sel telur, banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk mencairkan zat-zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling mudah untuk dimasuki, masuklah 1 sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi = fertilisasi) (Wiknjosastro, 2005: 125). Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sampai bergerak (oleh rambut getar tuba) menuju ruang rahim, kemudian melekat pada mukosa rahim untuk selanjutnya   bersarang di ruang rahim, peristiwa ini disebut nidasi (implantasi). Dari pembuahan sampai dengan nidasi diperlukan waktu ± 6-7 hari. Untuk menyuplai darah dan zat makanan bagi mudgah dan janin, dipersiapkan plasenta. Jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani), pembuahan (konsepsi = fertilisasi), nidasi dan plasentasi (Wiknjosastro, 2005: 125). C.   PATOFISIOLOGI Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur (ovulasi), yang di tangkap oleh umbai-umbai (fimbriae) dan masuk ke dalam sel telur, waktu  persetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta-juta sel mani (sperma)  bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur. Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang mengembang oleh tuba falopi. Disekitar sel telur  banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk mencairkan zat-zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling mudah dimasuki, masuklah salah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi = fertilitas). Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak (oleh rambut getar tuba), menuju ruang rahim, peristiwa ini disebut nidasi (implantasi). Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu 6  –   7 hari. Untuk menyuplai darah ke sel-sel makanan bai mudligah dan janin, dipersiapkan uri (plasenta) jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani), pembuahan (konsepsi (konsepsi=fertilitas),nidasi dan plasenta. a.   Sel telur (ovum) Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genetabridge.  b.   Sel mani (spermatozoa) Sperma bentuknya seperti kecebong, terdiri atas kepala, berbentuk lonjong agak gepeng  berisi inti (nucleus), leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah, dan ekor yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat. c.   Pembuahan (konsepsi = fertilitas) Pembuahan adalah suatu peristiwa penyatu antara sel mani dengan sel telur di tuba  pallofi.  d.    Nidasi (implantasi )  Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. D.   MANIFESTASI KLINIK a.   Tanda Presumtif    1.   Supresi menstruasi   2.    Nausea, vomiting, morning sickness.   3.   Sering miksi   4.   Mammae bengkak terasa penuh   5.   Quickening (gerakan pertama kali yang dirasakan oleh ibu)   6.   Chadwicks ( + )   7.   Pigmen pada kulit    b.   Tanda Mungkin   1.   Pembesaran abdomen   2.   Tanda hegar    3.   Ballotemen ( + )   4.   Perubahan pada serviks   5.   Braxton Hicks   6.   Tes kehamilan   c.   Tanda Pasti   1.   Bunyi DJJ, Nadi 120  –   180   2.   Pergerakan fetal   3.   USG  –   hasil   4.   Ro  –   ada skeletal  E.   PEMERIKSAAN Asuhan antenatal harus dimulai sedini mungkin. Pada awal pemeriksaan yaitu untuk menentukan apakah seorang ibu sedang mengalami kehamilan. Diagnosa kehamilan ditentukan dengan pemeriksaan laboratorium. Umumnya pemeriksaan yang dipakai yaitu tes
Advertisements
Related Documents
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks