9.1.1.5 Dan 9.1.1.7 Identifikasi, Analisis, Dan RTL KTD KTC KNC KPC

Pages 38
Views 162
of 38
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
Bukti Monitoring Analisa Dan Tindak Lanjut Mutu Layanan Klinis
Transcript
  IDENTIFIKASI RESIKO PELAYANAN DI UPTD PUSKESMAS KARANGAMPEL  No JENIS PELAYANAN KTD KNC KPC 1 Unit Gawat Darurat      gadar, gawat tidak darurat    Tidak mampu Menangani Life Saving Anak Dan Dewasa    terjadinya Kematian Pasien Di IGD    terjadinya tertusuk jarum    tertularnya penyakit dari pasien    Kurangnya peralatan alkes      Terjadi kesalahan hasil tensimeter      Terjadinya kesalahan penulisan resep      Ketidak puasan Pelanggan pelayanan Pada Gawat Darurat    Lamanya Waktu Tunggu bedah minor    Tidak adanya Fasilitas Dan Peralatan Ruang Bedah Min or      Tidak mampu Melakukan Tindakan Operatif/Bedah Minor    terjadinya Bedah Minor Salah Sisi    terjadinya Salah Tindakan Pada Bedah Minor    terjadinya Bedah minor Salah Orang / pasien    terjadinya Tertinggalnya Benda Asing Pada Tubuh Pasien Setelah Bedah Minor    Adanya Komplikasi Anestesi Karena Overdosis, Reaksi Anestesi    terjadi Kematian Di Meja Tindakan Bedah Minor    terjadinya salah pemberian obat, salah orang/pasien, salah dosis    terjadinya kesalahan penulisan resep    terjadinya syok anapilaktik dari pemberian anestesi/obat    terjadinya salah pengisian RM    terjadinya pasien jatuh di WC/Kamar mandi    terjadinya pasien jatuh di meja periksa/blangkar    Pemberi Pelayanan Kegawatdaruratan Yang tidak Bersertifikat    Tidak tertanganinya korban bencana longsor dengan cepat      terjadi lambatnya penanganan pasien gawat darurat di UGD      Terjadi kesalahan pemilahan/penanganan yang pertama pasien yang masuk ke UGD antara pasien  2 Poli BP Umum    terjadinya salah pengisian RM    terjadinya alergi obat pada pasien    terjadinya kematian pasien    Kurangnya peralatan alkes      Terjadi kesalahan hasil tensimeter      Terjadinya kesalahan identifikasi pasien      Terjadinya kesalahan penentuan diagnosa    terjadinya pasien jatuh di meja periksa/blangkar    terjadinya kesalahan pemberian diet gizi pasien    terjadinya kesalahan hasil pemeriksaan pasien 3. Poli Gigi    Terjadinya tertular penyakit pada saat meriksa pasien lewat droplet    Terjadinya kesalahan lokasi dalam penambalan gigi pasien    Terjadinya kesalahan penulisan resep    terjadinya pasien jatuh di meja periksa/blangkar    terjadinya salah pengisian RM    terjadinya kematian pasien    Kurangnya peralatan alkes      Terjadi kesalahan hasil tensimeter      Terjadinya kesalahan identifikasi pasien      Terjadinya syok anapilaktik pada pasien    Terjadinya kesalahan identifikasi pasien      Terjadinya kesalahan pencabutan gigi yang akan di cabut    Terjadinya kesalahan lokasi pembersihan gigi.    terjadinya alergi obat pada pasien    terjadinya kesalahan lokasi penyuntikan anestesi 4. Poli KIA    terjadinya pasien jatuh di meja periksa/blangkar    terjadinya tertusuk jarum    terjadinya alergi obat pada pasien    terjadinya kesalahan hasil pemeriksaan pasien.    Terjadinya kesalahan penulisan resep    terjadinya syok anapilaktik dari pemberian anestesi/obat    Terjadi kesalahan hasil tensimeter      Tidak patuh Terhadap Hand Hygiene    terjadinya kesalahan pemberian penyuntikan jenis vaksin    Terjadinya kesalahan tempat pemasangan implant      terjadinya salah pengisian RM / khohort    Terjadinya kesalahan pemberian penyuntikan jenis KB 5. Poli TB    Terjadinya pasien mangkir/ dropout    Terjadinya kesalahan pencatatan dan pelaporan TB    Terjadi kesalahan pemberian obat TB    Terjadi kesalahan pemberian dosis obat TB    Terjadi kesalahan penegakan diagnose TB    Terjadinya kesalahan penyuntikan obat TB  6. Poli MTBS    terjadinya salah pengisian RM    terjadinya kematian pasien    terjadinya kesalahan hasil pemeriksaan pasien    Kurangnya peralatan alkes      Terjadi kesalahan hasil tensimeter      Terjadinya kesalahan identifikasi pasien      Terjadinya kesalahan penentuan diagnosa    Terjadinya kesalahan penulisan resep    terjadinya alergi obat pada pasien    terjadinya kesalahan pemberian diet gizi pasien 7. Poli Usila dan PTM    Terjadinya kesalahan penulisan resep    terjadinya salah pengisian RM    Kurangnya peralatan alkes      Terjadi kesalahan hasil tensimeter      Terjadinya kesalahan identifikasi pasien      Terjadinya kesalahan penentuan diagnosa    terjadinya pasien jatuh di meja periksa/blangkar    terjadinya kesalahan pemberian diet gizi pasien    terjadinya kematian pasien    terjadinya keslahan hasil pemeriksaan pasien    terjadinya alergi obat pada pasien 8. PONED    Terjadi Kematian Ibu Karena Persalinan    Tidak patuh Terhadap Hand Hygiene    terjadi kesalahan penyuntikan vaksin Hepatitis B    Terjadinya kesalahan identifikasi pasien      Terjadinya kesalahan penulisan resep    terjadinya syok anapilaktik dari pemberian anestesi/obat    terjadinya salah pengisian RM / khohort    Terjadi kesalahan hasil tensimeter    terjadinya pasien jatuh di meja periksa/blangkar    terjadi penyulit saat persalinan    tidak mampu Menangani BBLR 1500 Gr  –  2500 Gr    terjadinya alergi obat pada pasien    terjadinya keslahan hasil pemeriksaan pasien. 9. LABORATORIUM    Tidak mampu Memeriksa Mikroskopis Tuberculosis Paru    terjadinya Kesalahan Penyerahan Hasil Pemeriksaan Laboratorium    Terjadi ketidaksesuaian Hasil Pemeriksaan Baku Mutu Eksternal    Tidak tersedia Fasilitas Dan Peralatan Laboratorium yang lengkap    Lamanya Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Laboratorium    terjadinya Tertukar Spesimen Pemeriksaan Laboratorium    Tidak mampu Memeriksa HIV-AIDS 10. FARMASI    Lamanya Waktu Tunggu Pelayanan Obat Jadi    terjadinya Kesalahan Pemberian Obat    Tidak tersedia Fasilitas Dan Peralatan Laboratorium yang lengkap    Terjadinya kesalahan penulisan dosis obat 11. GIZI    Terjadi ketidaktepatan Waktu Pemberian Makanan Kepada    Adanya Kesalahan Dalam Pemberian Diet    Adanya Sisa Makanan Yang Tidak    Pasien Termakan Oleh Pasien    Terjadi kesalahan pemberian makanan pada pasien 12. REKAM MEDIK    Tejadi Lamanya Waktu Penyediaan Dokumen Rekam Medik Pelayanan Rawat Jalan       Tidak lengkapnya Informed Concent Setelah Mendapatkan Informasi Yang Jelas    Tidak lengkapnya Pengisian Rekam Medik 24 Jam Setelah Selesai Pelayanan    13. KESLING    Tidak adanya Pengelolaan Limbah Cair    Tidak adanya Pengelolaan Limbah Padat    Tidak tersedianya Fasilitas Dan Peralatan pengolahan limbah di puskesmas    Terjadinya pencemaran lingkungan puskesmas 14. ADMINISTRASI MANJEMEN    Tidak lengkapnya Pengisian Jabatan    Strategis Puskesmas tidak terencana    Pengembangan SDM Puskesmas tidak terencana    lambannya waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat inap    Tidak patuhnya terhadap Peraturan Internal Puskesmas Beber    Tidak ada Tindak lanjut penyelesaian hasil pertemuan Tinjauan Manajemen    Terjadi ketidaktepatan Waktu Pengusulan Kenaikan Pangkat    Tidak tepatnya Waktu Pengurusan Kenaikan Gaji Berkala    Tidak tepatnya waktu penyusunan laporan keuangan    tidak lengkapnya Laporan Akuntabilitas Kinerja 15. AMBULANCE    Kurangnya Mobil Ambulans    Waktu Tanggap Memberikan Pelayanan Ambulance kurang    Tidak tersedia Pelayanan Ambulans    Terjadinya Kecelakaan Ambulans Yang Menyebabkan Kecacatan Atau Kematian    Lambatnya Memberikan Pelayanan Ambulance di Puskesmas
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks