57-180-1-PB.pdf

Pages 9
Views 14
of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
Jurnal Informatika Mulawarman Vol 5 No. 2 Juli 2010 29 Membangun Pengontrol Peralatan Keamanan Rumah Dengan Menggunakan AT89C51 Dan Borland Delphi 6 Abdul Ghofur 1), Ahmad Rofiq Hakim, S.Pd, M.Kom 2), Erliansyah Nasution, S.Pd, M.Kom 3) 1.) Jurusan Teknik Informatika STIMIK Widya Cipta Dharma 2.) Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Samarinda
Transcript
  Jurnal Informatika Mulawarman    Vol 5 No. 2 Juli 2010   29 Program Studi Ilmu Komputer Universitas Mulawarman   Membangun Pengontrol Peralatan Keamanan Rumah Dengan Menggunakan AT89C51 Dan Borland Delphi 6 Abdul Ghofur 1) ,   Ahmad Rofiq Hakim, S.Pd, M.Kom 2) , Erliansyah Nasution, S.Pd, M.Kom 3) 1.)    Jurusan Teknik Informatika STIMIK Widya Cipta Dharma 2.)    Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Samarinda 3.)    Jurusan Teknik Informatika STIMIK Widya Cipta Dharma Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol peralatan keamanan rumah dengan menggunakan mikrokontroler AT89C51, adapun pengontrolan tersebut menggunakan PC sebagai user inter face dan menggunakan aplikasi pemrograman Borland Delphi 6.0. Untuk membangun pengontrol peralatan keamanan rumah dibutuhkan perangkat keras berupa perangkat input yaitu sensor cahaya(LDR), asap ( smoke detector  ), pemroses berupa Mikrokontroler AT89C51 dan Komputer serta perangkat output berupa bel, lampu dan alarm. Perangkat lunak yang digunakan untuk mikrokontroler AT89C51 adalah Assembler MCS-51 dan bahasa pemograman Borland Delphi 6,0 sebagai user interface pengontrolan peralatan keamanan rumah . Hasil penelitian ini adalah aplikasi pengontrolan peralatan keamanan rumah dengan AT89C51 dan pemograman Borlan Delphi 6 dan diharapkan membantu para penjaga rumah, dan pemilik rumah dalam melakukan pengamanan rumah . Kata kunci : Kontrol, Mikrokontroller AT89C51, Keamanan Rumah. Pendahuluan Kemajuan teknologi saat ini semakin pesat perkembangannya .Sebagai salah satu produk teknologi adalah komputer yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Banyak pekerjaan manusia yang dapat dibantu oleh komputer sehingga manusia dapat menjadi lebih produktif dan mempunyai waktu istirahat yang lebih panjang. Komputer juga membuat proses kerja menjadi lebih efisien , efektif dan memberikan hasil kerja lebih baik dan lebih cepat. Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi sebab tanpa menggunakan komputer dalam suatu pekerjaan, akan mempersulit dan memerlukan waktu yang cukup lama dalam penyelesaiannnya. Komputer dewasa ini juga sangat berpotensi untuk menunjang proses pengendalian, pengontrolan suatu alat. Ini terbukti dengan mulai dipakainya komputer sebagai alat Bantu pengendalian atau pengontrolan alat. Kemampuan ini diharapkan dapat membantu manusia dalam beraktifitas. Dalam hal ini sebagai contoh ketika suatu pintu rumah ingin dikontrol apakah pintu atau jendela rumah dalam keadaan tertutup atau terbuka sehingga dapat dikatakan aman, seseorang harus mengecek dengan manual, begitu juga pada saat dideteksi adanya asap didalam rumah yang bisa mengakibatkan kebakaran rumah, hal ini juga tidak efesien dan banyak memakan waktu dalam mengecek keadaan suatu rumah apabila dilakukan secara manual. Oleh karena itu dalam mendukung peningkatan efisiensi kerja, waktu dan sumber daya manusia maka perlu dibangun suatu pengontrol peralatan keamanan rumah yang berbasis komputer yang terhubung dengan object tersebut agar nantinya diperoleh kemudahan dan kelancaran dalam mengontrol dan mengamankan rumah. Sehingga memunculkan ide bagaimana mengontrol peralatan keamanan rumah dengan komputer. Ruang Lingkup Penelitian Dalam penelitian ini permasalahan meliputi : 1.   Pengontrolan pintu, jendela, asap, pengendali lampu, dan bel darurat. 2.   Menghasilkan Sebuah Sistem pengontrol keamanan rumah dengan menggunakan computer. 3.   Memberikan manfaat bagi masyarakat yaitu agar memperoleh rasa kenyamanan dalam situasi keamanan rumah. Gambaran Umum Sistem Blok Diagram pengontrol peralatan keamanan rumah, yang dirancang ditunjukkan pada gambar 1.  Jurnal Informatika Mulawarman    Vol 5 No. 2 Juli 2010   30 Program Studi Ilmu Komputer Universitas Mulawarman   Gambar 1. Blok Diagram Sesuai dengan diagram blok di atas prinsip kerja sistem dapat dijelaskan sebagai berikut : PC ( Komputer ) terhubung ke RS 232, PC  juga merupakan user interface, yang kemudian RS232 dihubungkan ke Mikrokontroler AT89C51,sedangkan mikrokontroler terhubung ke rangkaian sensor. Sedangkan untuk sensor seperti saklar magnetik berfungsi mengirim sinyal adapun cara kerjanya apabila saklar megnetik dalam keadaan terbuka maka akan mengirimkan sinyal yang kemudian diterima mikrokontroler, dan diteruskan ke rangkaian Buzzer, Mikrokontroler juga mengirimkan sinyal kekomputer melalui RS 232, sehingga pada Buzzer dan PC menimbulkan suara Beep. Begitu juga pada smoke detektor apabila alat ini mendeteksi adanya asap maka akan terjadi proses yang sama seperti saklar magnetic namun pada smoke detektor terdapat buzzer sendiri. Sedangkan bell darurat berfungsi untuk pemanggilan adapun cara kerjanya apabila ditekan maka akan terjadi proses mengirim sinyal ke PC dan ke rangkaian buzzer. Kemudian untuk sensor LDR dan lampu terkendali sangat berkaitan, penjelasannya adalah sebagai berikut LDR berfungsi sebagai mendeteksi apakah lampu terkendali kondisinya menyala dengan baik atau tidak, kemudian LDR juga mengirimkan sinyal ke PC dengan kondisi tersebut, sedangkan lampu terkendali dikendalikan melalui PC yang terhubung ke RS232, AT89C51 dan ke rangkaian driver lampu. Mikrokontroler Secara umum pada dasarnya mikrokontroler ini adalah terdiri dari mikroprosesor, timer dan counter, perangkat I/O ( Input / Output ) dan internal memori. Mikrokontroler termasuk perangkat yang sudah didesain dalam bentuk chip tunggal. Mikrokontroler AT89C51 merupakan mikrokomputer CMOS 8 bit dengan 4 KB Flash Programmable and Erasable Read Only memory ( PEROM ). Berteknologi memori non-volatile berkerapatan tinggi kompatibel dengan mikrokontroler MCS-51 yang telah menjadi standart industri, baik dalam jumlah pin maupun set instruksinya. konfigurasi dan fungsi tiap-tiap Pin-pin AT89C51 adalah sebagai berikut : a). GND – Pin grounding sumber tegangan. b). VCC – Pin Positif sumber tegangan 5 Volt DC. c). Port 0 ( P0.0 – P0.7 ) – Port 0 merupakan port keluaran/masukan ( I/O). sebagai port keluaran masing – masing pin dapat menyerap arus sekitar 3,8 mA. d). Port 1 ( P1.0 – p1.7 ) – Port 1 merupakan port keluaran/ masukan I/O. sebagai port keluaran masing – masing pin dapat menyerap arus sekitar 1,6 mA. e). Port 2 ( P2.0 – P2.7 ) – Port 2 merupakan port keluaran/masukan I/O. sebagai port keluaran masing – masing pin dapat menyerap arus sekitar 1,6 mA. f). Port 3 ( P3.0 – P3.7 ) – Port 3 merupakan port keluaran/masukan I/O. sebagai port keluaran masing – masing pin dapat menyerap arus sekitar 1,6 mA. g). Reset – merupakan pin input aktif tinggi,  jika pin ini aktif tinggi selama 2 siklus mesin maka peralatan akan diseret ketika osilator bekerja. h). EA/VPP – External Access. Pin EA harus dibari logika 0 ( rendah ) secara eksternal atau dihubungkan ke ground agar AT89C51 dapat mengakses kode mesin dari program memori eksternal dengan lokasi $0000H - $0FFFH. i). XTAL 1 – merupakan masukan ke penguat osilator berpenguat tinggi. Pin ini dihubungkan dengan kristal atau sumber osilator dari luar.  j.) XTAL 2 – Merupakan Keluaran dari penguat osilator. Pin ini dihubungkan dengan kristal atau ground jika menggunakan sumber kristal internal. Gambar 2. Mikrokontroler AT89C51 Memori AT89C51 Organisasi memori mikrokontroler AT89C51 dapat dibagi atas dua bagian yang berbeda, yaitu : a). Memori Program merupakan tempat menyimpan data yang permanent. Memori  Jurnal Informatika Mulawarman    Vol 5 No. 2 Juli 2010   31 Program Studi Ilmu Komputer Universitas Mulawarman   program merupakan memori yang hanya dapat dibaca atau lebih dikenal dengan nama Read Only Memori ( ROM ). b). Memori data adalah tempat penyimpan data yang bersifat sementara sehingga pada memori data bersifat Volatile data yaitu data akan hilang bila tidak dicatu.Memori data lebih dikenal dengan nama RAM ( Random Acces memory ) yaitu dapat dilakukan pembacaan dan penulisan data pada alamat yang tersedia. Interupsi Interupsi adalah suatu permintaan khusus kepada mikroprosesor untuk melakukan sesuatu. Bila terjadi interupsi, maka computer akan menghentikan dahulu apa yang sedang dikerjakannya dan melakukan apa yang diminta oleh yang menginterupsi. Bahasa Assembler MCS – 51 Bahasa assembler merupakan tata cara untuk mewakili operasi CPU dalam format bahasa symbol yang disusun berurutan dalam pernyataannya. Contoh : MOV A,R0 : memindahkan isi register R0 ke Accumulator. MOV A,@R0 : memindahkan isi memori yang alamatnya pada Register R0 ke Accumulator. Konfigurasi Port Serial Pada computer PC kompatibel biasanya dapat ditemukan dua konektor port serial DB – 9 yang biasa dinamai COM1. Tabel 1 Konfigurasi PIN dan nama sinyal konektor serial DB-9 Nomor Pin Nama Sinyal Direction Keterangan 1 DCD In Data Carrier Detect/Received Line Signal Detect 2 RxD In Received Data 3 TxD Out Transmit Data 4 DTR Out Data Terminal Ready 5 GND - Ground 6 DSR In Dat Set ready 7 RTS Out Request to send 8 CTS In Clear to send 9 RI In Ring indicator Biasanya tersedia dua Port serial pada CPU, yaitu COM1 dan COM2. Base address COM biasanya adalah 1016 ( 3F8h) dan COM2 760 ( 2F8h ). Alamat tersebut adalah alamat yang biasa digunakan. Dengan mengetahui base address-nya, maka dapat ditentukan alamat register-register yang digunakan untuk komunikasi serial. Table 2 Nama register yang digunakan beserta alamatnya. Nama Register COM1 COM2 TX Buffer 3F8h 2F8h RX Buffer 3F8h 2F8h Baud rate Division Latch LSB 3F8h 2F8h Baud rate Division Latch MSB 3F9h 2F9h Interrupt Enable Register 3F9h 2F9h Interrupt Identification register 3FAh 2FAh Line Control register 3FBh 2FBh Modem Control Register 3FCh 2FCh Line Status Register 3FDh 2FDh Modem Status Register 3FEh 2FEh Bahasa Pemrograman Borland Delphi Bahasa Delphi merupakan bahasa pemrograman yang dapat diatur sedemikian rupa sehingga dapat bekerja sama dengan piranti lain sehingga membentuk suatu system pengendali. Bahasa Delphi mempunyai form dan editor program untuk membuat program. Dengan menggabungkan form dan editor program Delphi dapat digunakan sebagai software yang berisi urutan perintah untuk mengendalikan suatu alat terkendali. Program Delphi mengkoordinasikan perintah-perintah untuk mengaktifkan maupun menonaktifkan komponen-komponen yang sudah kita pilih sebelumnya dan diatur dalam sebuah form. Sama seperti window yang kita lihat di Word, dan aplikasi Windows lainnya. Komponen yang kita gunakan sebelumnya kita tempatkan dalam sebuah form dan dikelompokkan dengan komponen lain yang sejenis sehingga menjadi sebuah pengontrol, cara kerja komponen ini bisa kita atur sedemikian rupa melalui editor program Delphi. Program form dan program untuk mengontrol form disimpan sebagai file dengan ekstensi .pas, atau disebut juga dengan Unit. Setiap kali kita akan menambahkan event handler atau menambahkan perintah, file ini akan diubah. Delphi akan menempatka kursor ditempat dimana seharusnya kita menambahkan program tersebut. Jika kita ingin menambahkan form baru maka form tersebut akan mempunyai file dengan ekstensi .dfm dan .pas sendiri. Setiap from mempunyai property yang dapat diubah tampilannya dengan mengubah warna, ukuran, lokasi dan lain –lain. Pada menu Delphi  juga terdiri dari Menu dan Toolbar, object TreeView, Object Inspector, serta komponen Pallete. Masing-masing bagian ini mempunyai fungsi, yaitu sebagai berikut : Object TreeView Object Treeview menampilkan sebuah diagram pohon dari Komponen visual dan non visual yang  Jurnal Informatika Mulawarman    Vol 5 No. 2 Juli 2010   32 Program Studi Ilmu Komputer Universitas Mulawarman   ditempatkan pada sebuah form, modul data, atau frame. Dengan kata lain Object TreeView menampilkan komponen logika yang berhubungan. Gambar 3. Object TreeView Object Inspector Object Inspector adalah hubungan antara penampilan visual aplikasi dan kode yang membuat aplikasi berjalan. Object Inspector menghubungkan kita kepada : a). Pengaturan desain property untuk komponen yang anda tempatkan pada sebuah form ( untuk form itu sendiri ). b). Membuat dan membantu anda mengendalikannya melalui event handler c). Menyaring property dan event yang kelihatan d). Dataset ( seperti table dan query ) dari satu basis data ke yang lain. Gambar 4. Object Inspector Component palette Component Palette adalah inventory visual dari Visual Component Library ( VCL ). Komponen-komponen visual dibagi menjadi beberapa group. Secara default komponen-komponen dikelompokan sesuai dengan fungsinya. Pengelompokan ini dinyatakan dengan tab Gambar 5. Component Palette Edit Window Jendela editor merupakan tempat untuk menuliskan program yang akan dibuat dalam Delphi. Editor Delphi mempunyai fasilitas highlight untuk memudahkan dalam menemukan kesalahan. Juga sudah tersedia kerangka program sehingga dalam pembuatan program tidak perlu menuliskan seluruh program. Gambar 6. Edit Window Cportlib CPortlib adalah komponen Delphi yang digunakan untuk menampilkan dan mengirimkan data secara serial melalui RS-232.Komponen ini dilengkapi dengan fitur setting komunitas serial, seperti penggunaaan Port, Baud Rate, Data Bits, Stop Bits, Parity dan Flow Control. Penggunaannya sama seperti penggunaan komponen lain, yaitu dengan mengaktifkan komponen tersebut, kemudian menangani kejadian pada Events-nya. Adapun komponen ini didapat dengan mendownloadnya di situs WWW.datamaster2003.com.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x