4. KAK Pelacakan Kasus Gizi Buruk

Pages 7
Views 174
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
kak
Transcript
    KERANGKA ACUAN KEGIATAN PELACAKAN KASUS GIZI BURUK   PEMERINTAH KABUPATEN PURWAKARTA DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS BOJONG Jalan Raya Bojong Sawit Km 31 Bojong - Purwakarta Kode pos 41164 Email: pkm.bojong@gmail.com    KERANGKA ACUAN KEGIATAN PELACAKAN KASUS GIZI BURUK 1. PENDAHULUAN Gizi buruk merupakan akibat dari kekurangan gizi tingkat berat yang bila tidak ditangani secara cepat, tepat dan komprehensif dapat mengakibatkan kematian. Pada kenyataannnya dilapangan, kasus gizi buruk sering ditemukan terlambat dan atau ditangani tidak tepat. Sebagai ujung tombak, Puskesmas bertangggung jawab dalam mencegah kekurangan gizi pada balita, penemuan dini dan penanganan balita gizi buruk di wilayah kerjanya, termasuk rujukan ke Rumah Sakir manakala balita gizi buruk tersebut tidak ditangani di tingkat Puskesmas. Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, semua karyawan Puskesmas, tidak terkecuali harus mengacu kepada Visi,Misi dan Tata nilai. Adapun Visi Puskesmas Bojong yaitu Menjadikan Puskesmas Bojong sebagai Puskesmas dengan Pelayanan Prima menuju Kecamatan Sehat 2021 maka upaya penanggulangan masalah gizi di puskesmas di lakukan agar masyarakat wilayah binaan puskesmas mampu mengatasi masalah-masalah gizi salah satunya pelacakan kasus gizi buruk sebagai bentuk pemecahan masalah- masalah kesehatan yang dihadapinya secara mandiri. Disamping itu, petugas puskesmas Bojong diharapkan mampu menjadi teladan bagi pasien, keluarga dan masyarakat untuk menanggulangi masalah gizi sebagaimana yang tertuang dalam tata Nilai Puskesmas yaitu PRIMA 1)Profesional : segenap pegawai puskesmas bojong   memiliki kemampuan yang baik sesuai dengan kompetensinya dan berpegang teguh kepada nilai moral dalam mencapai visi dan misi yang ditetapkan.  2) Ramah :  segenap pegawai puskesmas Bojong melayani dengan senyum ,manis tutur kata dan bersikap menyenagkan agar tercipta budaya kerja yang positif.   3) Ikhlas : segenap pegawai puskesmas Bojong dalam melaksanakan tugasnya bekerja dengan penuh kesungguhan,tanpa paksaan dalam mensukseskan pembangunan berwawasan kesehatan 4)    Melayani : segenap pegawai puskesmas Bojong memiliki komitmen yang tinggi dengan memberikan pelayanan prima dalam melakukan pelayanan kesehatan baik promotif ,preventif, kuratif dan rehabilitatif.  5) Akuntabel : segenap pegawai puskesmas Bojong memiliki kemampuan untuk bekerja efektif, efisien dan bekolaboasi dengan memberikan ide-ide keatif dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.    II. LATAR BELAKANG Pusat Kesehatan Masyarakat adalah sarana kesehatan terdepan yang memberikan pelayanan kesehatan termasuk gizi kepada masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Upaya perbaikan gizi melalui Puskesmas bertujuan untuk menanggulangi masalah gizi dan meningkatkan status gizi masyarakat. Upaya perbaikan gizi masyarakat sebagai mana disebutkan di dalam Undang-Undang No 36 tahun 2009 bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi dan peninngkatan akses dan mutu pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Upaya perbaikan gizi dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan pentahapan dan prioritas pembangunan Nasional. Sasaran jangka panjang yang ingin dicapai adalah bahwa masalah gizi tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat, berdasarkan ukuran-ukuran universal yang telah disepakati. Pelacakan balita gizi buruk merupakan rangkaian kegiatan penyelidikan epidemiologi terhadap balita gizi buruk. Surat edaran Menteri Kesehatan Nomor 1209 tanggal 19 Oktober menginstruksikan agar memperlakukan setiap kasus gizi buruk sebagai kejadian luar biasa (KLB), sehingga setiap kasus baru harus dilaporkan dalam 1 x 24 jam dan harus segera ditangani. III. TUJUAN UMUM dan TUJUAN KHUSUS  A. Tujuan Umum : Tersedianya acuan dalam pelacakan kasus gizi buruk B. Tujuan Khusus :   1. Ditemukannya kasus gizi buruk baru untuk dapat ditangani secara cepat, tepat dan komprehensif. 2. Teridentifikasinya factor resiko gizi buruk di suatu wilayah kerja Puskesmas Bojong sebagai bahan informasi sector terkait dalam penentuan intervensi 3. Ditetapkannya rencana pencegahan dan penanggulangan gizi buruk secara konferhensif 4. Memberikan rekomendasi untuk penyususnan kebijakan perencanaan Puskesmas kedepan yang efektif dan efisien IV . KEGIATAN POKOK dan RINCIAN KEGIATAN No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan 1 2 3 Perencanaan Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan Persiapan alat antropometri Persiapan form pelacakan gizi buruk Klarifikasi laporan balita gizi buruk Konfirmasi status gizi buruik Penanganan Melakukan pencatatan hasil pelacakan gizi buruk di form pelacakan    V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN dan SASARAN A. Cara Melaksanakan Kegiatan No Kegiatan Pokok Pelaksana Program Gizi Lintas program terkait Lintas sektor terkait Ket 1 Perencanaan -  Petugas gizi menyiapkan alat antropometri berupa timbangan injak, microtoice, panjang badan. -  Petugas gizi menyiapkan instrument pelacakan (Format pelacakan) Bidan Desa sebagai mitra dalam melakukan perencanaan meliputi menyiapkan alat antropometri - 2 Pelaksanaan -  Petugas gizi m, tanggal mengklarifikasi laporan balita gizi buruk berdasarakan tempat kejadian,waktu,kejadian, identitas kasus, nama, tanggal lahir, alamat, orang tua dan jenis kelamin -  Petugas gizi mengkonfirmasi status gizi buruk diantaranya dilakukan pengukuran antropometri untuk mengetahui status gizi dengan menimbang berat badan dan memengukur tinggi badan selanjutnya di interprestasikan status gizi berdasarkan grafik berat badan menurut panjang badan/tinggi badan pada anak umur 0-2 thun dan 24-59 bulan. -  Petugas gizi melakukan penanganan yaitu untuk gizi buruk, dilakukan tata laksana balita gizi buruk sesuai pedoman, dengan merujuk pada buku tata laksana balita gizi buruk buku 1 dan 2 dan untuk balita gizi -  Promkes sebagai mitra dalam memberikan penyuluhan -  PHN sebagai mitra dalam pelacakan kasus -  Dokter sebagai mitra dalam pemeriksaan fisik dan klinis balita terlapor gizi buruk -  Bidan desa sebagai mitra dalam hal melakukan pelacakan -  Kecamatan sebagai penyedia data penduduk dan sebagai perpanjangan info dari Puskesmas ke sector yang lain -  Desa sebagai mitra dalam pelacakan gizi buruk -  Kader sebagai mitra petugas gizi dalam pelaksanaan kegiatan pelacakan gizi buruk
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks