2019-4401-1-PB

Pages 11
Views 4

Please download to get full document.

View again

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
Itu aja
Transcript
  Jurnal Fondasi, Volume 6 No 12017Jurusan Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa|101 BETON NON-PASIR DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT LOKALDARI MERAK  Zulmahdi Darwis 1 ,Baehaki 2 ,Hery Supriyadi. 3 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng TirtayasaJl. Jenderal Sudirman km. 03 Cilegon, Bantenheryjetbuus@gmail.com INTISARI Indonesia merupakan Negara yang sedang berkembang dengan peningkatan pembangunan di setiapwilayah sedang berlangsung. Akibat dari meningkatnya pembanguan tersebut, kebutuhan akan bahankontruksi pun akan meningkat salah satunya beton. Beton mengalami inovasi-inovasi terbaru seperti betonnon-pasir. Kekuatan beton non-pasir sangat dipengaruhi oleh faktor air semen dan jenis agregatnya.Penggunaan agregat lokal dari Merak sudah terjamin mutunya untuk digunakan dalam pembuatan beton.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh agregat terhadap pembuatan beton non-pasir agar dihasilkan proporsi campuran yang ideal yaitu memberikan dampak positif terhadap kuat tekan, daya serapair, dan kuat lentur yang sesuai dengan kondisi di setiap wilayah.Penelitianini merencanakan beton non-pasir dengan menggunakan  Portland Pozzolan Cement  dengan nilai faktor air semen 0,40. Metode penelitian ini yaitu dengan membandingkan penggunaan semenagregat dengan perbandingan rasio semen agregat 1:4, 1:6, 1:8, 1:10. Jumlahbenda uji sebanyak 72 buah,dengan rincian 48 kuat tekan, 12 daya serap air, 12 kuat lentur. Dalam penelitian ini menggunakan cetakansilinder 15 cm x 30 cm dan cetakan balok 60 cm x 15 cm x 15 cm.Hasil pengujian ini menunjukan bahwa penggunaan rasio semen agregat 1:6 memberikan nilai kuattekan dan kuat lentur tertinggi yang masing-masing sebesar 3,712 MPa dan 0,963 N/mm 2 . Sedangkan untuk nilai daya serap air, nilai terbesar terdapat pada rasio semen agregat 1:4 sebesar 4,775%. Proporsi optimum pada penelitian ini adalah rasio semen agregat 1:6. Kata Kunci : Kuat Tekan, Daya Serap Air, Kuat Lentur  ABSTRACT   Indonesia is a developing country withthe developing of construction inevery region. Theresult of adevelopingconstruction,the need for construction materials also willbeincreased,one of them isconcrete.Concrete experienced latestinnovationsuch as non-sand concrete.Concrete non-sandstrength strongly influenced by a factor of water cement anditskind of aggregate .The use of local aggregate of the Merakalready guaranteed to be used in the manufacture of concrete. Thisresearchaimedto find outtheinfluenceof aggregateon the manufacture ofnon-sand concreteto produced thean ideal mixtureproportionwhichhaspositive impact on thecompressive strength, water absorption capacity, and compressive flexiblein accordancetoitscondition luminance areas.This research plannon-sand concreteusing portland pozzolan cement with the0,4water cement  factor.The methodology is by comparing the use of cement aggregate by comparison the ratio cement aggregate1:4,1:6 ,1: 8 , 1: 10 .The numberof test specimen needed is 72, with details 48compressive strength, 12waterabsorption capacity, 12compressiveflexible.In this research templated15cmx 30cmcylinder and 60 cmx 15 cmx 15cmcasts beams.The results of testing showed that the use of theratio cement aggregate 1: 6 put a valuecompressive strengthat the 3,712 MPa and thehighestflexural strengthis0,963N/mm 2 .Whileforwaterabsorption capacityvalue,the greatest valueison 1: 4 ratios cement aggregatein the amount of4,775%.Theoptimum proportionin thisresearchatthe ratio 1:6cement aggregate.  Key Words:Compressive Strength,Water Absorpion Capacity, Compressive Flexible  Jurnal Fondasi, Volume 6 No 12017102| Jurusan Teknik Sipil UniversitasSultan Ageng Tirtayasa 1. PENDAHULUANA. Latar Belakang Meningkatnya kebutuhan akan beton maka beton mengalamiinovasi-inovasi terbaru salahsatunya beton non pasir. Beton non pasir adalah beton yang pembuatannya tidak menggunakanagregat halus yaitupasir. Maka kuattekan beton non pasir sangatdipengaruhi oleh faktor air semendan jenis agregatnya. Pengaruh jenisagregat ini yang melatar belakangi penelitian ini. Wilayah Bantenterdapat banyak penghasil agregatkasar yaitu kerikil, salah satunyadariwilayah Merak yaitu kerikilgunung batu suralaya. Agregat dariMerak sudah terjamin mutunyauntuk digunakan dalam pembuatan beton, sehingga pada penelitian inimemanfaatkan material-materiallokal dari Merak untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pembuatan beton non pasir agar dihasilkan kuattekan yang memenuhi kriteria betonringan serta menemukan formulasicampuran yang sesuai dengankondisi disetiap wilayah. B.Rumusan Masalah 1)Bagaimana proporsi campuranyang ideal beton non-pasir menggunakan agregatdariMerak?2)Seberapa besar kuat tekan beton non-pasir menggunakanagregat dari Merak?3)Seberapa besar penyerapan air  beton non-pasir menggunakanagregat dari Merak?4)Seberapa besar kuat lentur  beton non-pasir menggunakanagregat dari Merak? C.Tujuan Penelitian : 1)Mengetahui proporsi campuranyang ideal beton non-pasir menggunakan agregat dariMerak.2)Mengetahui seberapa besar kuat tekan beton non-pasir menggunakan agregat dariMerak.3)Mengetahui seberapa besar  penyerapan air beton non-pasir menggunakan agregatdariMerak.4)Mengetahui seberapa besar kuat lentur beton non-pasir menggunakan agregat dariMerak.. D.Batasan Masalah 1)Pengujian kuat tekan betondilakukan pada umur 3, 7, 14dan 28 hari dan untuk pengujiandaya serap serta kuat lentur dilakukan pada saat umur beton28 hari.2)Rasio semen-agregat 1:4, 1:6,1:8, 1:10.3)Benda uji berupa silinder beton berdiameter 15 cm dantingginya 30 cm untuk  pengujian kuat tekan dan penyerapan air, sedangkanuntuk pengujian kuat lentur digunakan benda uji berupa balok panjang 60 cm, lebar 15cm, dan tinggi 15 cm.4)Bahan pembuat beton terdiridari semen PPC Semen Padang,agregat kasar dari Merak, danair bersih di lokasi penelitian.5)Tidak membahas lebih tentangcampuran kimia. E.Manfaat Penelitian Manfaat Penelitian ini adalah penelitian ini diharapkan dapatmemberikan informasi yang jelas bagi pengembangan ilmu teknologi betonkhususnya beton non-pasir. 2. TINJAUAN PUSTAKA .Diarto Trisnoyuowno/KardiyonoTjokrodimuljo/Iman Satyarno (2009),dalam penelitian Beton Non Pasir dengan Agregat dari Batu Alam (Batu  Jurnal Fondasi, Volume 6 No 12017Jurusan Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa|103 Ape) Sungai Lua Kabupaten KepulauanTalaud Sulawesi Utara bertujuan untuk menegtahui proporsi campuran yangideal untuk beton non-pasir denganagregat batu ape yang diberikan perlakuan pemanasan sehinggadiperoleh sifat fisik yang cocok dengan pemakaiannya. Agregat yangdigunakan adalah batu Ape ukuran 10-20 mm hasil pembakaran tungku padasuhu 600°C selama 30 menit, sertasemen  Portland Type I. Penelitian inidiperoleh rasio volume semen–agregat pada campuran beton non pasir yangideal adalah 1 : 6 dimana kuat tekan pada benda uji silinder sebesar 7,67MPa dengan kebutuhan semen per m 3 sebanyak 285,41 kg. Nilai fas 0,40memberikan nilai zero  slump untuk semua variasi rasio volume semen-agregat, namun dengan demikian tidak  berarti bahwa beton non-pasir tidak dapat dikerjakan.Prasetya Adi (2013), dalam penelitian Kajian Jenis Agregat danProporsi Campuran terhadap KuatTekan dan Daya Tembus Beton Porus bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah semen dalam komposisicampuran beton lolos air (  perviousconcrete ) dengan cara melakukan pengujian terhadap benda uji yang telahdidesain dengan komposisi yangdirencanakan. Perencanaan beton pada penelitian ini meliputi perencanaan beton menggunakan perbandingan beratsemen kerikil dari 1 : 4,4, 1 : 4,9, dan 1: 5,8. Faktor air semen yang digunakanadalah 0,40 dan 0,50. Penelitian yangtelah dilakukan menghasilkan beberapakesimpulan diantaranya adalah beton  porous mampu meloloskan air dengan baik. Ikatan pasta semen yang baik mampu mengikat agregat sehinggatidakterlepas saat dilakukan pengujiankuat tekan. Faktor air semen yang kecil0,40 menghasilkan kuat tekan yanglebih besar. Kuat tekan tinggi jugadipengaruhi oleh jenis agregat. Semakinkecil nilai keausan agregat makaagregat dapat dikatakan agregat baik.Kuat tekan beton porus yang dihasilkanmasih kurang dari 10 MPa. Agregatkasar split Clereng memghasilkan kuattekan tertinggi sebesar 8,205 Mpadengan perbandingan semen–agregat 1: 4,4, sedangakan untuk split Merapimemghasilkan kuat tekan tertinggisebesar 5,187 MPa dengan perbandingan semen–agregat 1 : 4,9.Risdhika Anggita Ghozali (2010),dalam penelitian Pengaruh PenggunaanPecahan Keramik sebagai BahanPengganti Agregat Kasar terhadapPembuatan Bata Beton Pejal Non-Pasir  bertujuan untuk mengetahui seberapa bsear kuat tekan, penyerapan air, dannilai ekonomis bata beton non-paisr.Benda uji untuk pengujian kuat tekandan penyerapan air dibuat dalam ukuranlebar, tinggi, dan panjang 10 cm x 20cm x 40 cm dengan variasi perbandingan semen-agregat 1:4, 1:6,1:8, 1:10 dengan nilai faktor air semen0,40. Bahan-bahan yang digunakanadalah keramik yang telah pecah/rusak.Semen yang digunakan adalah sementype I merk Gresik 50 kg, sedangkan air yang digunakan berasal dari lokasidisekitar penelitian.pengujian dilakukansetelah benda uji berumur 28 hari.Diperoleh hasil penelitian menunjukan bahwa pada perbandingan semen– agregat 1 : 4 dicapai kuat tekan bata beton tertinggi sebesar 8,53 MPa(syarat mutu II), dan kuat tekanterendah sebesar 3,54 MPa (syaratmutuIV). A.Pengertian Beton Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunannya yang terdiri dari bahansemen hidrolik (  portland cement  ),agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambah ( admixture atau additive )(Tri Mulyono, 2003).Beton non-pasir (no-fines concrete)merupakan bentuk sederhana dari jenis beton ringan, yang dalam pembuatannya tidak menggunakanagregat halus (pasir). Tidak adanyaagregat halus dalam campuranmenghasilkan beton yang berporisehingga beratnya berkurang  Jurnal Fondasi, Volume 6 No 12017104| Jurusan Teknik Sipil UniversitasSultan Ageng Tirtayasa (Kardiyono Tjokrodimulyo, 2009).Beton non pasir lebih menonjolkan nilaiestetikanya dan hanya menggunakansedikit semen yaitu karena untuk melapisi permukaan agregat kasar saja.Adanya rongga dalam beton non pasir mengakibatkan kekuatan beton berkurang. Namun, rongga tersebutdigunakan untuk memololoskan air ke permukaan tanah melalui celah celah beton.Karakteristik dari beton non-pasir sangat bergantung dari kepadatannya.Variasi kekuatan secara umum antara70 kg/cm 2  pada kepadatan 1900 kg/m 3 sampaidengan 140 kg/cm 2  padakepadatan 2100 kg/m 3  pada umur 28hari. Beton non pasir memiliki berat jenis yang rendah dibandingakandengan beton normal. Berat jenis beton nonpasir dipengaruhi oleh berat jenis dan gradasi agergatnya kasar yang dipakai, dan padaumumnya berkisar antara 60-75persen dari beton biasa.Kuat tekan beton non pasir dipengaruhi oleh :1)Faktor air semen2)Rasio volume agregat dan semen3)Jenis agregatnya Pemakaian agregat dengangradasi rapat dan bersudut (batu pecah) menghasilkan beton non pasir yang kuat tekan dan berat jenisnya sedikit lebih tinggi dari pada memakai agregat seragam dan bulat (Kardiyono Tjokrodimulyo,2004). Pada umumnya agreat yangdigunakan berukuran 10 mm–20mm. B.Bahan Penyusun Beton1)Semen Potrland Semen  portland  adalah bahan kontruksi yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan beton. MenurutASTM C-150, 1985, semen  portland  didefinisikan sebagaisemen hidrolik yang dihasilkandengan menggiling klinker yang terdiri dari kalsium silikathidrolik, yang umumnyamengandung satu atau lebih bentuk kalsium sulfat sebagai bahan tambah yang digiling bersama-sama dengan bahanutamanya.Penyimpanan semenharus diperhatikan agar sementidak rusak. Semen dalamkantong harus disimpan dalamgudang tertutup, terhindar dari basah dan lembab, dan tidak tercampur dengan bahan lain.tinggi maksimum timbunan zak semen adalah 2 meter atausekitar 10 zak. Jarak bebasantara bidang dinding dansemen sekitar 50 cm, sedangkan jarak bebas antara lantai dansemen sekitar 30 cm. 2)AgregatKasar Kerikil merupakanagregat kasar yang mempunyaiukuran diameter5 mm–40mm. Sebagai pengganti kerikildapat pula dipakai batu pecah(split). Kerikil atau batu pecah yang mempunyai ukurandiameter lebih dari 40 mm tidak  baik untuk pembuatan beton.Kerikil atau batu pecahyang digunakan sebagai bahan beton, harus memenuhi syarat berikut :  Bersifat padat dan keras, tidak  berpori .  harusbersih, tidak mengandung lumpur lebih dari1%. Jika kandungan lumpur lebih dari 1%, makakerikil/batu pecah tersebutharus dicuci.  Pada keadaan terpkasa, dapatdipakai kerikil bulat.
Advertisements
Related Documents

428-1419-1-PB

Jul 29, 2018

20-197-1-PB (1)

Jul 30, 2018

184-896-1-PB

Jul 30, 2018

153-340-1-PB.pdf

Jul 30, 2018

1511-2223-1-PB

Jul 30, 2018

167-596-1-PB (3)

Jul 30, 2018

1250-4362-1-PB

Jul 30, 2018

2711-7016-1-PB

Jul 30, 2018

2462-1863-1-PB

Jul 30, 2018

124-388-1-PB

Jul 30, 2018

131-122-1-PB

Jul 30, 2018

23591-66733-1-PB

Jul 30, 2018

936-2364-1-PB

Jul 30, 2018

3528-9139-1-PB.pdf

Jul 30, 2018

1198-3882-1-PB

Jul 30, 2018
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x